Bintang..
Katakan matahari kini redup lagi dalam jiwa
Mengapa ia tak kunjung datang
Membawa cahaya baru pada amarah angkasa
Dahulu, kemarin, hingga degup jantungku kini
Berdirinya menerawang sendiri
Kabari aku pada hembus mendatang
5 November 2004
buat apiku nyala buat rinduku bara
: Maha
Maha,
(maafku mengelu..)
ajakku bercinta
di kelambu esaMu
Maha,
Kemarin ia mengadu
Mata api menyala beku
Bunda hanya canda,
“ada Maha dalam ceritamu..”
Maha,
8 November 2004
: Dearest Ompin
Kembali pada yang lalu..
Sejarah yang tertuang tanpa saksi
Hanya kita yang mengerti
Kini sedang bercerita bisu pada Awal kita dapat tertawa
Penyair Nyengir, telah cukup lama berdiam diri
Malaikat kecil sibuk mencari puisi dalam secangkir kopi
Mungkin dunia sedang berhenti berputar
Bersiap untuk besok yang akan mengantar
Menunggu?
Mungkin dapat kembali ;)
Selasa, 26 Oktober 2004
Seperti mimpi pada air mataku dahulu
(ini de javu)
Sentuhan,
Kurasa sama mendera bathinku
Isyarat luka
Membisik kala senandung cinta
Membelai raga, rohaniku meminta
Begitu, dahiku terpaku dalam tanah
Belum juga terlepas
Hampir tertanam jika bayang lagi datang
Meraja kelam menyatu denganku
Ini pelukanku
Terimaku menjamahmu
Selasa, 26 Oktober 2004